oleh

Terkait Blasting : Ini Penjelasan Donny Avianto Manager Quarry

-News, Ragam-65 views
banner 300250

LEBAK,KABARBUNGASNET.CO – Menanggapi protes dari warga desa Pamubulan kecamatan Bayah kabupaten Lebak Provinsi Banten terkait  Blasting ( peledakan) batu kapur di area Quarry milik PT Cemindo Gemilang beberapa hari yang lalu, di tanggapi langsung oleh manager Quarry Donny Avianto, Jum’at (5/1/2020) saat di ruang kerjanya,

Donny menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan batu kapur ini sudah berjalan sekitar 8 tahun dengan cara blasting , kami juga akui selama kegiatan ini mungkin membuat warga sekitar merasa ga nyaman, dengan kejadian kemarin perlu kami jelaskan terkait blasting yang mengakibatkan suara yang bising dan di duga mengakibatkan rumah-rumah penduduk sekitar reta-retak kita juga sudah menerima datanya yang sudah masuk sekitar 92 rumah, “ katanya.

Lanjut Donny, kita sudah berupaya pertama mengurangi jumlah obat yang di masukan ke lobang sekitar 15 % dari biasanya, kita juga sementara menduga ledakan yang mengakibatkan suara keras di karenakan mungkin di bawah tanah yang kita akan ledakan ada rongga, yang pada akhirnya menyebabkan dentuman yang di anggap oleh warga tidak seperti biasanya, “ ujar Donny salah satu manager di PT Cemindo gemilang yang familiar ini.

“ Hal Senada Adul Kusmono kepala CSR PT Cemindo Gemilang juga turut mengatakan bahwa blasting yang kemarin itu yang menyebabkan suara keras kami juga menduga ada rongga rongga di bawah tanah yang tidak di ketahui, dengan kejadian ini kita dari Cemindo sigap terjun langsung ke lapangan serta membentuk tiem untuk melihat langsung ke lapangan dan mendata warga yang kena Dampak “ Tandas Adul Kusmono yang sudah dekat dengan semua kalangan.

Sementara Kepala desa Pamubulan Juhani ( Jaro Ago) Saat di konfirmasi terkait kejadian tersebut “ Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut benar adanya akan tetapi kita bersama pihak Cemindo sudah sepakat untuk mendata rumah-rumah warga yang terkena dampak, Alhamdulillah sudah di bentuk Tiem untuk melakukan pendataan dan sudah di sepakati juga pihak Quarry akan mengevaluasi blasting tersebut untuk mengurangi dampak, terbukti sudah di kurangi jumlah obat yang di masukan ke lobang,  “Imbuhnya.

Selanjutnya Juhani juga mengatakan perlu di ketahui mayoritas pekerja di Quarry ialah warga setempat sekitar 85 % , Semoga kejadian kemarin tidak terulang kembali, “ Pungkasnya

REPORTER : DENI ISMAYADI

banner 300250

Komentar

Baca Juga